Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Rizki Akan Mengejar Manusia, Seperti Maut Yang Mengejarnya

     Alkisah, ada seorang dosen di sebuah universitas ternama di negeri Saudi. Beliau mempunyai anak remaja yang gemar bermain sepakbola. Suatu hari ketika ia sedang bermain sepakbola, tiba-tiba ia terjatuh pingsan. Serta merta dibawalah ia ke rumah sakit. Ala kulli hal, malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, setibanya di rumah sakit tersebut ia divonis telah meninggal dunia oleh dokter. Sang ayah pun hanya bisa pasrah terhadap takdir yang sudah ditetapkan untuk sang anak. Ia hanya bisa duduk lesu disamping jenazah sang anak, sambil menunggu pihak rumah sakit menyelesaikan urusan administrasi. Tidak disangka-sangka, beberapa saat kemudian sang anak yang sudah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter tiba-tiba terbangun, kemudian ia meminta segelas air minum. Dalam kondisi terheran-heran sang ayah pun mengambilkan air minum untuk anaknya itu. Setelah meminum seteguk air, tiba-tiba sang anak kembali roboh ke tempat tidur dan tidak bernafas, ia kembali meninggal dunia!* Subhanalloh....

     Benarlah sabda Nabi shollallohu alaihi wassalam,  


أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَوْفِي رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ خُذُوْا مَا حَلَّ وَدَعُوْا مَا حَرُمَ.



"Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam mencari nafkah. Karena sesungguhnya seseorang tidak akan mati hingga sempurna rizkinya. Meskipun (rizki itu) bergerak lamban. Maka, bertakwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam mencari nafkah, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram". 
(HR Ibnu Majah no. 2144, Ibnu Hibban no. 1084, 1085-Mawarid, al Hakim (II/4), dan Baihaqi (V/264), dari Sahabat Jabir Radhiyallahu 'anhuma. Dishahihkan oleh al Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Silsilah al Ahadits ash-Shahihah no. 2607.)

     Apa yang dapat kita ambil hikmah disini adalah, bahwa rizki manusia itu sudah ditentukan dan dijamin oleh Alloh, Alloh Yang Maha Pemurah telah menetapkan rizki bagi seluruh makhluk-Nya, dan setiap makhluk tidak akan mati apabila rizkinya belum sempurna. 
     Semoga bisa diambil pelajaran, waallohul muwafiq....


Kota Berkembang, Jelang Berbuka, 6 Romadhon 1432 H
-AG-

*Dikisahkan oleh Al Ustadz Al Fadhil Abul Abbas Thobroni ketika mengisi muhadhoroh di masjid Ibnu Abbas Wiradesa, akhir Juli 2011

Senin, 01 Agustus 2011

Tegar di Atas Sunnah

     Alkisah, ada seorang bapak dan anaknya berboncengan menunggangi seekor keledai, dimana kita tahu keledai adalah hewan seperti kuda namun bertubuh kecil. Ketika melewati suatu perkampungan, maka orang-orang di kampung tersebut serta merta mencemooh bapak dan anak tersebut, "Dasar bapak dan anak tidak punya otak, keledai kecil begitu dinaiki berdua." Akhirnya setelah melewati perkampungan tersebut, si bapak berkata kepada anaknya, "Nak, kamu dengar apa yang dikatakan orang-orang di kampung itu tadi?". Si anak menjawab, "Iya pak, saya dengar." "Kalau begitu, sekarang kamu yang naik keledai ini, biar bapak yang berjalan kaki."
      Tidak beberapa lama, mereka memasuki perkampungan yang lain. Orang-orang di kampung tersebut pun mencemooh si bapak dan anak yang kebetulan lewat di depan mereka, "Dasar anak tidak punya otak, masa' ia enak-enak naik keledai sementara bapaknya malah berjalan kaki." Setelah keluar dari kampung itu, si bapak pun berkata " Nak, kamu dengar apa yang dikatakan orang-orang tadi?" "Iya pak, saya dengar." "Sekarang kamu turun, biar bapak yang naik keledai."

Kamis, 10 Maret 2011

Menggantung Ayat-Ayat Di Kantor

Pertanyaan:
"Apakah boleh menggantungkan sebagian ayat-ayat al Qur'an di kantor-kantor? Apakah hukumnya sama dengan hukum gambar yang digantung?"

Jawaban:
Menggantungkan gambar tidak boleh. Adapun menggantung ayat-ayat al Qur'an dan Hadits untuk mengingatkan, maka saya memandang hal itu tidak mengapa. Dan Alloh lah yang memberi taufik.
(Majalah ad Da'wah, no. 1019, Syaikh Ibnu Baz)

Sumber:
Fatwa-Fatwa Terkini, Darul Haq, Cet.IV/2009, hal: 564

Hukum Menyaksikan Serial Televisi

Pertanyaan:
"Bolehkah menyaksikan serial televisi?"

Jawaban:
Boleh saja menyaksikan serial televisi, apabila berisi cerita-cerita yang baik, tidak tercium bau kerusakan dan percintaan. Tidak terdapat nyanyian dan tidak pula terdapat gambar-gambar wanita yang menggoda laki-laki. Apabila ditemukan yang demikian, maka tidak boleh menyaksikannya karena dikhawatirkan menjadi fitnah.
(Fatawa al Mar'ah, Ibnu Jibrin hal: 101)

Sumber:
Fatwa-Fatwa Terkini, Darul Haq, Cet. IV 2009, hal: 653

Rabu, 09 Maret 2011

Kitab-Kitab Yang Harus Dimiliki Pemuda Salafi

Pertanyaan:
"Syaikh, kami mohon Anda menjelaskan apa saja kitab-kitab salaf yang seharusnya dimiliki setiap pemuda salafi?"

Jawaban:
     Kitab-kitab yang seharusnya dimiliki penuntut ilmu adalah kitab-kitab hadits. Diantaranya adalah enam kitab induk: al Bukhori, Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, An Nasa'i, dan Ibnu Majah, juga Musnad Imam Ahmad. Demikian pula kitab Shahih al Jami' ash Shaghir wa Ziyadatuhu karya al Albani.
     Begitu pula kitab-kitab hadits karya ulama hadits terdahulu, kitab-kitab karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, kitab-kitab karya para cucu beliau, dan kitab-kitab karya ulama semasa dan sesudah beliau. Begitu pula kitab-kitab ulama salaf yang ada sekarang ini, seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh Alu Syaikh, Syaikh Abdulloh al Ghadayan, Syaikh Shalih Fauzan dan Syaikh Shalih al Luhaidan.
     Begitu pula ulama Madinah, seperti Syaikh Rabi' al Madkhali, Syaikh Shalih bin Sa'd as Suhaimi, Syaikh Nashir bin Ali al Faqihi, Syaikh Muhammad bin Hadi al Madkhali, Syaikh Abdul Muhsin al Abbad, Syaikh Abdurrazaq, Syaikh Muhammad bin Rabi al Madkhali, dan ulama salafiyyin yang lain. Begitu pula kitab-kitab Syaikh Zaid bin Muhammad al Madkhali. Ini semua termasuk kitab-kitab yang bagus dan bermanfaat.
     Alhamdulillah, kitab-kitab ulama salafiyyin di setiap masa dan setiap tempat adalah kitab-kitab yang bermanfaat dan bagus. Sebaliknya, kitab-kitab hizbiyyun adalah kitab-kitab yang dikhawatirkan bagi para penuntut ilmi.
(Al Fatawa al Jaliyyah 'anil Manahij al Da'awiyyah li Fadhilah asy Syaikh Ahmad bin Yahya al Najmi susunan Hasan bin Muhammad ad Daghiriri, pertanyaan ke 23)


Sumber:
Majalah Fatawa, Vol. IV/No. 12 Dzulhijah 1429/Desember 2008, Hal: 13